Sejarah dapat dipandang sebagai karya seni maksudnya ...
a. Mirip
sekali dengan dongeng
b. Tak
berbeda dengan cerita fiksi
c. Merupakan
karya seniman
d.
Pengisahan sejarah bukan hal yang fiktif
e.
Penyimpulan dan penulisan suatu peristiwa sejarah erat dengan kaidah dan
keindahan bahasa
Jawaban: e. Penyimpulan dan penulisan suatu peristiwa sejarah erat dengan kaidah dan keindahan bahasa
Sejarah
memang merupakan ilmu yang berlandaskan pada fakta, bukti, dan data, sehingga
berbeda dari fiksi atau dongeng. Namun, ketika sejarah dituliskan dalam bentuk
karya seni maka masih membutuhkan keterampilan dalam penyajian bahasa agar
peristiwa sejarah bisa dipahami pembaca. Itulah mengapa sejarah dipandang
sebagai karya seni.
Sejarawan
tidak hanya menyusun kronologi peristiwa, tetapi juga melakukan interpretasi,
menyimpulkan, serta menuliskan narasi dengan bahasa yang runtut, indah, dan
komunikatif. Dengan demikian, pembaca dapat merasakan nuansa, makna dari
peristiwa yang dituliskan.
Artinya,
sejarah sebagai karya seni bukan berarti isinya imajinasi atau fiksi, melainkan
karena proses penulisannya memerlukan seni bahasa, keindahan narasi, serta
kepekaan dalam menyampaikan fakta agar mudah dipahami bagi generasi setelahnya.
Maksud dari pernyataan tersebut adalah bahwa sejarah, meskipun berangkat dari fakta dan data, tidak hanya sebatas catatan kronologis. Dalam penulisannya, sejarawan kerap menggunakan gaya bahasa, struktur narasi, serta penyajian yang menarik agar pembaca mampu memahami dan merasakan makna dari peristiwa yang diceritakan.
Dengan kata lain, sejarah dipandang sebagai karya seni karena
penyajiannya memerlukan keterampilan sastra, imajinasi terbatas (tanpa mengubah
fakta), dan keindahan bahasa.
Hal ini berbeda dengan:
- a dan b.) menyamakan sejarah dengan dongeng atau fiksi, padahal sejarah tetap berdasarkah pada fakta.
- c.) sejarah bukan sekadar karya seniman, melainkan karya ilmuwan yang memadukan penelitian dan seni menulis.
- d.) benar bahwa sejarah bukan fiktif, tetapi opsi ini belum menjelaskan sisi "seni" dalam sejarah.
Jadi,
sejarah disebut sebagai karya seni karena tata bahasa, gaya penulisan, dan cara
pengisahan yang indaha, meskipun tetap berdasarkan pada fakta.

